• 31

    Aug

    Dinamika Naik Angkutan Kota

    Sepekan ini, aku terkondisikan untuk menggunakan kendaraan umum. Katana yang biasa kukendarai harus diinapkan di bengkel. Baiklah… Sesekali berkendaraan umum tentu tak mengapa dan tak jadi masalah. Beberapa hal yang selama ini tak terperhatikan, jadi nampak begitu jelas saat aku menggunakan angkutan umum. Dinamika pagi maupun sore yang tertangkap mata saat aku ‘terjun’ ke tengah-tengahnya. Menarik. gambar: hak cipta dari angkot.tibandung.com Dengan berkendaraan umum, tentu saja aku berkontribusi langsung untuk mengurangi konsumsi BBM, dan mengurangi jumlah kendaraan yang wara-wiri di jalanan Bandung. Efektif sih… tapi terus terang saja, terasa sangat tidak praktis dan tidak efisien dalam alokasi waktu. Angkot yang seringkali ngetem berlama-lama, berhenti di set
  • 23

    Aug

    Ragam Lomba di Sekolah Kami

    Hari Senin, 19 Agustus lalu, adalah hari pertama kami kembali ke sekolah. Hari Jumat ini, sudah sepekan agenda sekolah kembali berjalan. Rasanya seperti kembali ke hari pertama sekolah di tahun pelajaran baru. Satu-dua anak menangis, ingin pulang atau sekedar didampingi ayah, bunda atau pengasuhnya. Jadwal pelajaran masih belibet dengan jadwal Ramadan lalu. Beberapa guru masih salah masuk kelas atau salah jadwal. Masih dimaklum ya, rasanya. toh semua bersemangat belajar kembali di hari-hari awal selepas libur Idul Fitri ini ;) Di sela-sela kegiatan pembelajaran, kita sisipkan lomba-lomba kecil untuk memeriahkan hari ulang tahun negara kita. Lomba ‘tradisional’ yang kelak akan berujung di event Silaturahmi Merdeka di akhir bulan ini. Jangan dulu bilang ini acara Agustusan yang
  • 22

    Aug

    Bacaan Inspiratif

    Aku baru saja menamatkan membaca buku “Indonesia Mengajar 2″ beberapa hari yang lalu. Buku bernas yang berisi pengalaman para pengajar muda yang ditempatkan di berbagai lokasi minus (bolehlah dibilang begitu) di seantero Indonesia. Jika dikatakan pelosok, ya memang demikianlah adanya. Mereka siap menerima penugasan untuk mengajar di pelosok Indonesia selama setahun penuh, dan tidak hanya mengajar, tapi juga menginspirasi. Dan yang kusebut menginspirasi ini punya efek domino yang sangat panjang rantainya. Menginspirasi muridnya, sudah tentu, sehingga mereka semakin giat belajar, semakin haus akan ilmu. Menginspirasi orang tua murid pula, untuk ikut lebih peduli pada kelangsungan pendidikan putra/putrinya. Tak kurang pula menginspirasi para tokoh dan warga masyarakat di sana, de
  • 18

    Aug

    Hari Merdeka Kita

    Indonesia, renta sudah dirimu. 17 Agustus, 68 tahun yang lalu, saat lahirnya dirimu. Kemerdekaanmu, menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia. Diiringi tangis haru, cucuran keringat, darah dan air mata, Indonesia menggores sejarah, ketika kemerdekaan diikrarkan. Layaknya bayi merah yang masih saja merangkak,selalu mengharap dukungan dan doa dari orang lain. Tapi jika hingga setua ini, Indonesia masih saja tergantung kepada pihak asing untuk berbagai hal, rasanya tidak lucu lagi ya. Jika Indonesia masih selalu menanti uluran tangan pihak asing, menadahkan tangan pada investor asing dan memilih untuk mengimpor ini-itu dari sana-sini. Ah… malu rasanya, padahal negara kita kaya. Koes Plus menggambarkan Indonesia sebagai tanah subur, di mana tongkat kayu dan batu pun bisa (tumbuh) jadi tana
  • 7

    Dec

    Tahun Baru Ini, Be Positive, Please...

    Tahun 2010 hampir berlalu, sementara itu tahun 1431 hijri pun sudah meninggalkan kita. Memulai hari baru di tahun baru, semoga kita bisa selalu menyemangati diri dengan hal-hal baik dan positif di tahun ini. Sedikit kilas balik mengenai berbagai peristiwa di tahun berjalan (2010 dan 1431H). Begitu banyak pemberitaan mengenai kekerasan dan kejahatan yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, muncul di media massa, baik cetak maupun elektronik. Nggak berhenti-berhenti. Geng motor dan tawuran. Apa gunanya aksi mereka buat kita? Cukup beritakan sekedarnya, tak perlu diekspos berlebihan bahkan ditayangkan berulang-ulang. Pemuda-pemuda tanggung di tempat lain merasa terinspirasi karenanya. Lha wong di tempat lain juga bermunculan aksi serupa, satu disusul yang lain. Pembunuhan dengan modus m
  • 16

    Nov

    Guyonan Gayus

    Siapa mirip siapa? Lomba mirip Gayus sudah digelar. Pesertanya banyak. Biayanya gratis. Peserta tidak perlu mendaftar. Audiens sudah menentukan sendiri siapa kandidat mereka. Afghan jadi peserta pertama yang mendapat banyak respon dan dukungan. Tampak keduanya disandingkan dengan kemiripan yang, hm… sedikit mirip, banyak nggak-nya :p Budi Anduk juga ikutan. Sama nggak miripnya :p Gayus adalah sponsor utama lomba ini. Dia merogoh kocek ratusan juta untuk event yang diselenggarakan di Bali ini. Untuk tiket pesawat dan hotelnya sendiri sih hanya sekitar 10 juta-an, menurut Tina Talisa di AKIM tempo hari. Tapi harga untuk mengupah bodyguard yang dia sewa, angkanya sungguh luar biasa, mencapai ratusan juta!!! Bertempat di tribun penonton di tepi lapangan tenis, Gayus terlihat tidak n
  • 10

    Nov

    Pahlawan Sejati untuk Korban Tsunami dan Merapi

    foto: Bagus Kurniawan, detik.com Siapa yang datang lebih dulu ke lokasi bencana Mentawai tsunami dan Merapi? Bukan dewan rakyat yang terhormat yang datang pagi-pagi. Tapi relawan dari berbagai tempat yang datang dengan sepenuh hati. Siapa yang siap bertaruh nyawa ke lokasi bencana, ketika ancaman awan panas masih mengintai nyawa? Bukan kader partai yang sibuk membawa bendera, atau pejabat yang sibuk dengan barisan voreider yang masih harus menjaga. Yang begitu malah bikin susah saja. Relawan adalah pahlawan sejati untuk korban tsunami ataupun Merapi. Yang tak gentar hati walaupun terancam mati. Kalian jadi tauladan buat kami, yang tak sanggup pergi sendiri karena ada-ada saja alasan kami. Aku jadi malu hati. Relawan adalah pahlawan terhebat, yang tetap berpikir sehat agar tetap selamat.
  • 8

    Nov

    Indonesia Membara

    foto: dok.Republika Perilaku Merapi tak bisa diduga. Para ahli mengatakan bahwa ini adalah suatu keanehan atau anomali. Awan panas sudah menerjang desa-desa sekitar berkali-kali di radius belasan kilometer. Volume erupsi isi perut merapi pun sudah pula menyamai erupsi Galunggung tahun 1983 lalu, tapi itu pun dikeluarkannya selama 10 bulan. Sedangkan Merapi? Hanya dalam sepekan saja. Luar biasa… Indonesia membara. Relawan dari kalangan sipil hingga TNI dikerahkan untuk membantu meringankan beban para pengungsi ataupun mengevakuasi korban. Tanah masih panas. Timbunan abu setinggi belasan sentimeter menyimpan bahaya di baliknya, siap menyergap siapa saja yang tak waspada. Sepatu karet bisa meleleh karena bara di balik abu, tapi semangat relawan sama membaranya dengan api merapi. Be
  • 28

    Oct

    Optimisme Kita Sebagai Satu Bangsa

    Kami putra dan putri Indonesia, Mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia Kami putra dan putri Indonesia, Mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia Kami putra dan putri Indonesia, Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia Ragam budaya kita untuk Indonesia Tiga tekad sederhana yang diikrarkan para pemuda bangsa di masa silam, menjadi tonggak sejarah lahirnya Sumpah Pemuda. Tiga ikrar luar biasa untuk menyatukan Indonesia Raya, memperkecil perbedaan dan mencari persamaan menuju persatuan. Tiga janji suci, ditekadkan pemuda dan pemudi, para bibit bangsa berbudi pekerti, dengan harapan untuk mencapai Indonesia mandiri suatu hari nanti. Sebuah sumpah yang besar, sama sekali bukan sumpah serapah. Bercermin pada diri, saat ini. Indonesia telah merdeka, tapi sejatinya masih belum
  • 26

    Oct

    Bawakan Kami Oleh-oleh

    Anggota DPR masih bergiliran punya jadwal kunjungan ke luar negeri. Anggota DPR kan banyak… dan setiap anggota DPR paling-paling hanya punya jatah bepergian satu atau dua kali ke luar negeri. Studi banding, ceritanya Yang terbaru ini ke Yunani untuk belajar etika. Jangan lupa bawakan kami oleh-oleh. Masa iya sih, setelah memanfaatkan anggaran biaya yang keseluruhannya mencapai nilai lebih dari Rp 100 milyar untuk tahun 2010 ini (hm… itu berapa banyak enolnya ya…?), lalu para wakil rakyat itu tidak membawa oleh-oleh untuk kita, rakyat Indonesia yang diwakilinya. Beliin apa, kek… gantungan kunci, atau pin, atau… mungkin nggak usah beliin apa-apa deh, tapi ya nggak usah pergi-pergi ke luar negeri juga deh. :p Komisi 4 dan 10 akan berkunjung ke 5 negara di Asia d
- Next

Author

Follow Me