Yang Jadi Memori: Yahoo Messenger

17 Jun 2016

Beberapa hari belakangan ini, dunia maya ramai dengan wacana akan ditutupnya layanan Yahoo Messenger. Menurut kabar yang beredar, Yahoo akan resmi menonaktifkan fitur messenger ini per 5 Agustus 2016 mendatang. Bisa dipastikan, netter akan berbondong-bondong menyerbu YM untuk bernostalgia, memuaskan dahaga akan memori masa silam pada layanan messenger yang paling populer pada zamannya itu :) 

Apa penyebab ditutupnya layanan ini, padahal YM sempat jadi layanan yang banyak dimanfaatkan para netter sebagai sarana komunikasi untuk berbagai kepentingan, mulai dari yang ecek-ecek untuk sekedar say hello sampai yang serius semacam membicarakan kesepakatan bisnis atau mungkin asmara. Uhm. Aku termasuk salah satu di antaranya. Tapi aku tak akan membahas itu, karena cerita lama itu sudah tutup buku. YM terlambat menutup layanannya. Aku sudah tutup buku lebih dulu :p

Dulu, aku termasuk salah satu pengguna cukup aktif di dunia per-messenger-an. Di saat wifi belum populer seperti saat ini dan layanan komunikasi masih terbatas pada panggilan telefon, sms atau pager (jadul banget nggak siih… :p), fasilitas messenger di Yahoo jadi salah satu alternatif jalannya komunikasi real time yang bisa dilakukan netter, baik dua arah maupun dalam forum. Saat itu warnet masih menjamur dan aku termasuk salah satu pelanggannya. Aku punya beberapa warnet favorit yang secara berkala kukunjungi. Selain mengecek e-mail dan mencari informasi tertentu, aku pun nyambi chatting via YM.

Sekitar awal tahun 2000-an, YM kumanfaatkan untuk berkomunikasi dengan kolega di tempat kerja, baik di dalam maupun di luar jam kerja. Tanpa perlu keluar pulsa untuk saling kirim sms, komunikasi tetap bisa dan lancar dilakukan. Selain dengan kolega, aku pun menjalin komunikasi dengan teman-teman lain di belahan dunia lain, sesama alumni saat studi bersama di luar negeri juga teman lain yang kukenal di dunia maya melalui media sosial. Masa itu internet masih jadi barang baru, jadi aku coba-coba explore ke mana-mana. Kadang-kadang cuma iseng aja. Hahaa…

Saat mulai online dan membuka Yahoo sudah mulai terbuka di layar, senang rasanya melihat icon teman-teman yang sedang online, offline ataupun busy. Ketika melihat icon id berupa smiley face kuning di layar, itu jadi pertanda bahwa pemilik account itu sedang online dan kita bisa berkomunikasi secara real time. Tapi ketika iconnya berwarna kelabu, itu jadi indikasi bahwa dia sedang offline atau mungkin mengatur agar dirinya tak terlihat alias invisible. Aku pun beberapa kali mengeset statusku menjadi invisible kalau sedang fokus konsentrasi mengerjakan hal penting. Kita pun bisa mengatur status kita dengan icon busy jika (sok) tidak ingin terganggu dengan kirim-kiriman pesan tak penting.  Kalau gambar di sebelah ini, kondisi YM terkini. Ternyata nggak ada seorang pun yang online :(

Terus terang, aku sendiri sudah lama tidak menggunakan YM. Ada aplikasi chat/messenger lain yang jauh lebih praktis untuk digunakan. Mungkin YM sadar diri juga dan akhirnya di era persaingan aplikasi chat yang sangat ketat, Yahoo Messenger versi lama menyerah dan secara terang-terangan pamit dari dunia maya dan akan resmi dinonaktifkan di awal Agustus nanti. Otomatis setelah tanggal itu YM tidak akan bisa lagi diakses.

Walaupun demikian, tampaknya Yahoo akan meluncurkan YM versi baru di Agustus nanti. YM baru ini dijanjikan akan kompatibel juga untuk Android, iOS dan web. Fitur-fitur baru dan layanan yang lebih seru akan disisipkan di YM baru nanti, seperti kemudahan sharing gambar maupun icon dan animasi dalam bentuk GIF. Hmm… lucu juga ya. Jadi nggak sabar, ingin segera coba layanan YM baru.


TAGS review yahoo messenger


-

Author

Follow Me