Secercah Cahaya Dalam Sesi Buka Bersama

14 Jul 2014

Tahun ini, alhamdulillah jadwal buka puasa bersama berentet. Seringkali sih bersama kakak yang kebetulan tetanggaan. Menumpang berbuka di sana, selain diversifikasi menu berbuka juga menyambung tali silaturahmi dengan kakak dan ponakan. Sekali merengkuh dayung, dua pulau terlampaui. Menyenangkan sekali, bukan…? ;)

Tak kalah menyenangkan adalah sesi berbuka puasa bersama teman-teman. Ketika berada di lingkungan yang notabene muslim, maka undangan untuk berbuka puasa bersama sampai harus diagendakan, diupayakan agar jangan sampai berbentrokan. Komunitas teman kuliah, alumni teman kerja, kolega guru, hingga murid-murid yang sekarang sudah beranjak dewasa, mesti pintar-pintar menyiasati jadwal agar semua undangan bisa dihadiri. Semua punya magnet dan cerita seru masing-masing yang sungguh sayang untuk dilewatkan.

Sesi berbuka puasa bersama teman jadi ajang untuk berdiskusi, bertukar kisah dan impian. Berbagi cerita seru seputar kisah ringan di dunia kerja jadi bumbu yang memperkaya wawasan. Sedangkan sesi berbuka bersama murid-murid kelas kecilku, itu pun tak kalah seru. Mendengarkan cerita mereka -dan orangtuanya- tentang kesuksesan mereka berpuasa hingga adzan (terlepas dari adzan dzuhur, asar atau maghrib :p) seringkali membuatku terharu biru. Ada yang tak tega melihat anak-anak kecil itu menahan lapar sepanjang siang, tapi tak sedikit pula yang bertahan dengan berbagai cara hingga maghrib tiba. Barakallah untuk kalian, ananda.

Beberapa tahun belakangan ini, aku mendapat undangan buka bersama dari alumni murid sekolah tempatku mengajar dulu. Undangan yang datang dari pemuda-pemudi yang sekarang sudah tak menyisakan imut dan lucu di wajah mereka, berganti dengan ganteng dan cantik, gagah dan jelita. Mendapat cerita tak kalah seru, mengenai jejak langkah mereka menapak kedewasaan.

Dan jejak langkahku sebagai seorang guru, terasa sekali di moment itu. Inilah kebahagiaan seorang guru yang sesungguhnya. Saat melihat bayangan cerah masa depan murid-muridku dulu, sungguh, itu membuatku teramat bangga dan bahagia. Pertemuan dengan mereka menyalakan kembali semangat untuk berkarya lebih banyak dan lebih baik di hari-hari mendatang. Melihat mereka, serasa melihat cahaya, bahwa Indonesia akan bersinar di tangan mereka.


TAGS ngaBLOGburit Ramadan buka bersama


-

Author

Follow Me