Tak Ada Takjil Favorit

10 Jul 2014

Buka puasa jadi saat-saat yang dinantikan, di setiap hari bulan Ramadan. Bisa sebutkan, apa yang biasanya diidam-idamkan? Air bening biasa, terasa teramat segar setelah berpuasa seharian. Dilanjut dengan takjil berupa makanan atau minuman, itu sudah jadi kebiasaan. Sebelum maghrib sudah disiapkan, agar bisa segera disantap setelah mendengar adzan.

Ketika kecil dulu, sudah jadi kebiasaan di setiap Ramadan. Ragam kolak jadi menu keseharian. Sungguhan, segala jenis kolak boleh disebutkan. Mulai dari ubi yang manis legit, labu parang, kolang kaling dan tape hingga beragam pisang dalam kuah gula dan santan beraroma pandan. Aku ikut sibuk, mulai dari persiapan, memasak kolak, hingga menatanya di meja makan. Itu jadi hal yang dirindukan saat Ramadhan, karena mengingatkan pada kebersamaan, sebuah rasa yang bernama kekeluargaan.

Mengintip kebiasaan kawan-kawan, menu takjil favorit mereka tentu saja berlainan. Mulai dari campuran buah dengan es serutan, kelapa degan, mie seduhan, hingga beragam gorengan. Tak jarang ada kawan yang ngambekan, ketika menu kesukaan tak tersedia di meja makan.

Kawan… mari kita renungkan. Di saat kita menikmati kedamaian dan kecukupan di bulan suci Ramadan, teringatkah kita pada saudara seiman. Yang bahkan menu berbuka pun tak sempat terpikirkan, saat berhadapan dengan ancaman senapan. Makan dan minum mungkin tak mereka dapatkan. Bahkan saudara dan keluarga pun terceraiberaikan. Sedangkan banyak di antara mereka adalah penghapal Al Quran. Merekalah saudara kita, the Palestinian.

Ketika kita menyiapkan makanan, adakah terpikirkan mengenai mereka yang ada di Gaza perbatasan. Yang hanya berharap bantuan dari Tuhan. Adakah kita ikut turun tangan, memberikan apa yang mereka perlukan. Dukungan sarana kesehatan, juga bahan makanan. Saat kita tak bisa ikut berangkat, setidaknya doa bisa kita sisipkan. Agar mereka senantiasa dijaga Allah Yang Maha Rahman, agar kembali mendapatkan keselamatan dan rasa aman.

1547a19af4cbc6cf373d174c2f47f3b6_palestinian-boyTak ada takjil favorit untuk mereka, kawan. Hanya sebuah harapan, bahwa tanah mereka akan kembali mereka dapatkan. Jadi, ketika hari ini kau menikmati makanan kesukaan, ingatkan mereka, the Palestinian. Mari doakan, juga berikan bantuan. Karena walaupun mereka tak mintakan, tentu sangat mereka butuhkan. Donasi bisa disalurkan melalui berbagai lembaga kemanusiaan. Agar mereka kembali dapat merasakan, menikmati saat berbuka dalam kedamaian.


TAGS ngaBLOGburit menu buka puasa Ramadan Pray for Palestine


-

Author

Follow Me