Serahkan Hasilnya Pada Allah

9 Jul 2014

7f12c2cd15222fca8de16cc116726b88_google-doodle-pilpres-indonesiaRamai sekali pesta demokrasi kali ini. Time line di media sosial ramai dengan segala opini dan komentar tentang issue ini. Teman A mendukung nomor 1, kawan B mendukung nomor 2, sudah tak lagi memberlakukan asas LUBER. Tak ada lagi rahasia. Pilihan dengan gamblang dibeberkan di media sosial, dengan sengaja mengabari seluruh dunia, berharap bisa mempengaruhi the galauer aliasswing voter. Beberapa teman yang awalnya begitu keukeuh golput di pemilu sebelumnya, kali ini menetapkan tekad untuk ‘turun gunung’ dan memberikan suaranya di pemilu kali ini. Pagi ini, google doodle pun ikut memeriahkan event PilPres Indonesia, untuk #IndonesiaLebihBaik
Begitu ramainya situasi kampanye, sayasampaiberpikir bahwa pesta demokrasi kali ini sudah agak-agak kebablasan. Masa kampanye tidak hanya dimanfaarkan untuk saling dukung jagoan unggulan masing-masing, tapi sudah terjebak terjerumus pada kampanye hitam yang saling menjelekkan kubu sebelah, saling bongkar aib masa lalu, bahkan sampai mengarang-ngarang cerita fitnah yang sudah nggak diketahui lagi asal-usul, sanad dan matannya. Padahal ini adalah bulan Ramadhan yang tak selayaknya dikotori dengan perilaku tak layak begitu. Bukan berarti di bulan lain boleh yaa.
0e810af602876f70bd78baa582fe61c4_jariungu
Setelah pindahan tempo hari, aku sengaja belum mengurus surat nikah pindah, supaya urusan pemilu nggak perlu pakai ribet mengurus surat keterangan ini dan itu. Tetangga mengabari bahwa surat panggilan pemilih sudah ada, siap kumanfaatkan di hari-H. Dan pagi tadi, aku mantap menetapkan pilihan, walaupun sebelumnya sempat mengalami fase galau tingkat dewa. Tentu tak ada kandidat yang sempurna. Keduanya punya ‘catatan negatif’ sendiri. Tapi aku menetapkan hati untuk memilih salah satu pasangan, memberi kontribusi pada negeri ini, karena satu suara bisa saja sangat berarti untuk #IndonesiaLebihBaik.
Hak pilih sudah kugunakan, dan saat ini tinggal menunggu hasil penghitungan suara. Kalau pilihan kita sama dan jagoan kita menang, mari bersyukur sewajarnya, dan berharap beliau bisa amanah mengemban tugas negara. Beliau tidak bisa apa-apa juga kalau kita tidak ikut mendukung dengan memberi kontribusi juga. Dan kalau pilihan kita ternyata tak dipilih mayoritas rakyat Indonesia, mari legowo saja. Tetap beri dukungan kepada siapapun yang terpilih, dengan mengambil peran sebagai warga negara yang baik. Iringi dengan doa agar beliau bisa sabar, tidak terprovokasi dan justru bisa menenangkan massa untuk mewujudkan Indonesia damai.
Er… uhm, baru beberapa jam saja setelah TPS tutup dan penghitungan suara baru saja dimulai, eh..timeline facebook sudah pula diramaikan dengan kabar mengenai hasil quick count. Kabar sudah ramai beredar mengenai keunggulan perolehan suara salah satu pasangan di atas kandidat lain. Setiap kandidat sudah mengklaim bahwa kemenangan ada di pihaknya. Ucapan terima kasih yang mirip dengan pidato kemenangan pun beredar dengan cepat. Whoa… bapak-bapak, plis sabar dong ah. Hasil akhir penghitungan suara oleh KPU adalah tanggal 22 bukan? Mari kita tunggu saatnya saja, tak usah sibuk woro-woro ke sana ke mari mengenai kemenangan yang belum tentu didapat. Yok, saling legowo saja, jaga situasi tetap tenang. Mari kembali mengkhusyukan diri di Ramadhan ini. Silakan, banyak-banyak berdoa. Sementara itu, kita serahkan hasilnya pada Allah. Dia yang paling tahu, siapa yang memang terpilih sebagai presiden RI berikutnya. Siapapun Anda, insyaAllah saya dukung.


TAGS ngaBLOGburit Ramadhan pilpres pemilu damai


-

Author

Follow Me