Membiasakan Air Bening di Keseharian

4 Jul 2014

Buka puasa biasanya apa sih yang didambakan? Air minum segar biasanya jadi idaman setelah berpuasa seharian. Dilanjut dengan takjil berupa makanan atau minuman, yang sebelum maghrib biasanya sudah disiapkan.

Ketika kecil dulu, sudah jadi kebiasaan bahwa ragam kolak jadi menu keseharian di bulan Ramadan. Sungguhan, segala jenis kolak boleh disebutkan. Mulai dari ubi yang manis legit, labu parang, kolang kaling hingga beragam pisang dalam kuah gula dan santan beraroma pandan. Memasak kolak di sore hari, menyiapkan mangkuk hingga menatanya di meja makan sudah jadi kebiasaan. Jadi hal yang dirindukan saat Ramadhan, karena mengingatkan pada kebersamaan, sebuah rasa yang bernama kekeluargaan.

Sementara itu, aku tahu bahwa di tempat lain, beda keluarga tentu beda kebiasaan. Teringat aku pada seorang kawan. Menu berbuka yang selalu tersedia di meja makan adalah es campur yang dilengkapi dengan kudapan ringan. Beberapa kali aku ikut berbuka bersama keluarganya, es campur selalu tersedia di meja makan, dan terkadang aku pun ikut membantu menyiapkan. Berbeda dari kebiasaan, tapi tak kalah menyenangkan. Dan di sana, air putih jadi kewajiban. Harus selalu tersedia di dekat meja makan, dan tak boleh dilupakan.

Terus terang saja, buatku minum air putih bukan kebiasaan. Minum air yang ada warna dan rasa, itu lebih enak, kan? Tapi itu memang hanya ada dalam perasaan, tidak disarankan untuk yang mengutamakan kesehatan. Pelan-pelan, aku pun mencoba membiasakan, minum air bening yang bukan sekedar air kemasan. Sejuknya air kendi masih teringat dalam kenangan. Kabarnya, banyak manfaat yang didapat dari air kendi untuk kesehatan. Kendi tanah liat tanpa glasir akan memastikan, bahwa pori-porinya jadi jalan buat oksigen untuk masuk ke dalam, bikin air kendi jadi lebih sehat sebagai asupan minuman.

7ade6fb3142256a89b48957c2ee528a1_air-beningDi kekinian, air kemasan makin banyak diperjual-belikan. Masing-masing mengaku punya kelebihan, saling berlomba menawarkan keunggulan, supaya laku di pasaran. Air kemasan, air botolan, atau air galon-an, hingga air yang melalui pemrosesan, semua punya keunggulan, semua punya manfaat untuk kesehatan. Baik kesehatan badan maupun kesehatan pikiran. Kesehatan pikiran? Iya, karena kandungan airnya sehat, juga tak terlalu banyak mempengaruhi kondisi keuangan.

Baiklah, aku tahu memang mestinya aku lebih banyak minum air bening untuk kesehatan. Air bening kan punya banyak kemanfaatan, yang bisa diklasifikasikan jadi 3 bagian.

  1. Air Bening Membantu Mencegah Kenaikan Berat Badan. Sebetulnya nggak terlalu berlaku untukku yang justru perlu tambahan berat badan. Tapi untuk yang sedang dalam program diet, minum air bening perlu banyak ditambahkan dalam menu keseharian. Minum segelas hingga dua gelas air 30 menit sebelum makan akan jadi langkah pencegahan, supaya makan nggak kebanyakan. Supaya lebih efektif, minum lagi 30 menit setelah makan untuk bantu memperlancar proses pencernaan.
  2. Air bening bisa meningkatkan kualitas kesehatan. Air bermanfaat untuk melarutkan beberapa jenis vitamin dan mineral sehingga tubuh lebih mudah melakukan penyerapan. Air juga membantu melancarkan proses pencernaan hingga pembuangan kotoran. Selain itu, air juga berperan serta dalam mengencerkan racun dan toksin agar lebih mudah larut dalam tubuh hingga dikeluarkan.
  3. Air bening juga membantu menjaga kecantikan. Setelah terjaganya kesehatan, kecantikan alami akan memancar, menunjang penampilan. Air membantu menjaga kesehatan sel-sel kulit sehingga kulit berseri, mempertahankan kelembapan. Selain itu, ketika proses pencernaan baik dan lancar, tubuh terlihat lebih ideal, napas terasa lebih segar karena lancarnya pencernaan. Itu membuat Anda terlihat lebih cantik, bukan? Senangnya, dapat manfaat 3 in 1.

Baiklah, untuk merangkum pembicaraan -eh, tepatnya tulisan-, pada intinya sih aku mesti lebih sering minum air bening di keseharian. Tapi ini juga sedang ramai dibicarakan: air bening dengan sari buah-buahan. Yang jadi favoritku adalah air dengan lemon irisan. Ketika dingin, segernya bukan buatan. Dan ini jadi pemicu semangat untuk makin banyak minum di keseharian. Nggak masalah dari mana saja sumber airnya, mau air keran, air kemasan, botolan, atau galon-an, syaratnya satu: yaitu bukan air hasil curian, supaya bernilai halalan thayyiban.


TAGS air layak minum air bening ngaBLOGburit


-

Author

Follow Me