Saat Ngabuburit? Bukan Buat Main-main

3 Jul 2014

a9840b1ba7f929da9d75659af82d940f_canguin6351Ngabuburit? Dalam bahasa Sunda, burit berarti saat senja. Dan kata ngabuburit digunakan untuk merintang waktu di saat senja, begitu kira-kira terjemahannya. Kata itu sudah akrab denganku sejak masa kecil dulu. Masa kecil yang kulewatkan di daerah yang masih termasuk desa di Bandung, membuat tradisi ngabuburit terasa sangat kental. Sering sekali kami menunggu beduk maghrib sambil bersepeda bersama teman. Bukan balapan atau kebut-kebutan, cuma sekedar bersepeda ria. Seru-seruan main sama teman, sambil menunggu saat berbuka.

Ngabuburit itu pada intinya adalah merintang waktu menjelang saatnya berbuka. Masih di jalan kecil dulu, kalau capek bersepeda, kami seru main bersama. Bukan permainan yang melelahkan semacam lompat tali atau petak umpet. Bukan juga permainan masa kini yang bikin asyik sendiri dan nggak peduli orang lain. Mainan seru yang melatih keterampilan otak untuk bermain strategi, itu yang kami mainkan bersama. Apaan dong? Monopoli dan beragam game board jadi favorit kami. Ya… ya… masih mengandalkan ‘keberuntungan’ sih, tergantung berapa besaran angka dadu yang muncul ketika kami lemparkan. Tapi dari kegiatan bermain bersama itu kesabaran kami terlatih. Menunggu giliran hingga dadu berada dalam kuasa kita, itu perlu kesabaran. Mendapat ‘takdir’ kami, berapapun angka yang muncul, itu pun salah satu latihan kesabaran.

Saat senja, konon, adalah saat ketika setan berkeliaran keluar. Maka dari itu, ibu-ibu suka sibuk memanggil-manggil anaknya supaya segera pulang sebelum gelap. Mungkin ada benarnya juga, biar nggak kesambet siapapun (atau apapun) yang lewat sembarangan. Tapi yang jelas sih, biar bisa bantu-bantu siapin hidangan berbuka. Ayolah, jadi anak yang berguna sedikit. Aku sih mau-mau aja, soalnya itu adalah kesempatan untuk menakar porsi hidangan berbuka semau kita, ahaha… Lebihin satu potong kolak pisang di mangkuk yang kusiapkan buatku. Buat kakak-kakak dapat sekian, aku dapat lebihnya. ;) Itu tips dan trik ngabuburit yang asyik.

Sebetulnya, saat jelang maghrib begini adalah saat-saat utama untuk berdoa, saat yang diijabah untuk dikabulkannya doa, terutama untuk orang-orang yang berpuasa. Jadi, menurutku nih… saat ngabuburit begini bukan buat main-main. Justru mestinya banyak-banyak menadahkan tangan, memanjatkan doa-doa terbaik, berharap semoga Allah berkenan mengabulkan doa kita, doa orang yang berpuasa. Sambil nulis blog posting, aku berdoa juga lho. Pssst, doanya rahasia aja. Biar cuma aku dan Allah yang tahu. Kamu? Ayo sana, ikut berdoa juga.


TAGS ngabuburit senja Ramadhan ngaBLOGburit


-

Author

Follow Me